DaerahBeritaEkonomi dan Bisnis

BI Papua: Tekanan Harga Pangan Masih Dominasi Inflasi di Awal 2026

×

BI Papua: Tekanan Harga Pangan Masih Dominasi Inflasi di Awal 2026

Sebarkan artikel ini
Inflasi Papua 2026
Suasana penjual di Pasar Tradisional Kota Jayapura, Papua. (ANTARA/Qadri Pratiwi)

Jayapura, Porostimur – Kantor Perwakilan (KPw BI) Provinsi mencatat tekanan masih menjadi faktor utama yang memengaruhi pergerakan inflasi di wilayah Papua dan tiga daerah otonomi baru (DOB) pada Januari 2026.

Kepala Perwakilan Bank Indonesia Papua, Warsono, mengatakan sebagian besar provinsi di wilayah kerja BI Papua mengalami deflasi secara bulanan. Namun, Provinsi Papua Selatan menjadi pengecualian dengan inflasi bulanan tercatat sebesar 1,06 persen (month to month/mtm).

“Tekanan inflasi pada Januari 2026 terutama berasal dari kelompok makanan, minuman, dan tembakau. Hal ini sejalan dengan meningkatnya permintaan pada awal tahun, sementara pasokan pangan lokal masih terbatas,” ujar Warsono di Jayapura, akhir pekan.


Faktor Pendorong Inflasi Tahunan

Ia menjelaskan, secara tahunan inflasi di Papua menunjukkan tren meningkat. Kondisi tersebut dipengaruhi oleh:

  • Efek basis rendah akibat pemberian diskon tarif listrik pada Januari 2025.
  • Ketidakpastian global yang mendorong kenaikan harga emas perhiasan.

Data Inflasi Berdasarkan Wilayah

ProvinsiInflasi Bulanan (mtm)Inflasi Tahunan (yoy)Komoditas Utama
Papua-0,36% (Deflasi)3,55%Turun: Angkutan udara, buah pinang, tomat, sirih, cabai rawit. Naik: Kangkung, emas perhiasan, ikan tuna.
Papua Selatan1,06%4,83%Naik: Ikan mujair, emas perhiasan, kangkung, daging ayam ras, bawang merah.
Papua Tengah & PegununganDeflasiTurun: Cabai rawit, cabai merah, hortikultura. Naik: Telur ayam ras, sayuran hijau.

Langkah Pengendalian

“Bank Indonesia bersama daerah dan Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) di Tanah Papua terus memperkuat upaya pengendalian inflasi melalui strategi keterjangkauan harga, ketersediaan pasokan, kelancaran distribusi, serta komunikasi yang efektif,” tutup Warsono.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *