JAKARTA, Porostimur.co – Badan Gizi Nasional (BGN) mengingatkan masyarakat agar waspada terhadap praktik penipuan berkedok jual beli titik Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) dalam Program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Wakil Ketua BGN, Sony Sanjaya, menegaskan bahwa pendaftaran sebagai mitra program tersebut telah resmi ditutup. Karena itu, masyarakat diminta tidak mudah percaya pada pihak-pihak yang mengklaim masih bisa membuka atau menjual titik SPPG.
Menurut Sony, pihaknya menerima laporan adanya oknum yang menawarkan titik SPPG dengan nilai hingga ratusan juta rupiah. Ia bahkan mengaku pernah menerima video yang memperlihatkan praktik jual beli titik tersebut dengan harga sekitar Rp200 juta.
“Sekarang sistemnya sudah ditutup. Karena itu, waspadai orang-orang yang mengatakan masih bisa mendaftar atau membuka titik baru,” kata Sony dalam sebuah siniar di Jakarta, Sabtu (7/3).
Ia menegaskan bahwa BGN tidak akan mentoleransi praktik tersebut. Jika terbukti ada titik SPPG yang diperoleh melalui transaksi jual beli, maka titik tersebut akan langsung dibatalkan.
“Ketika kami mendapatkan bukti dan dokumen bahwa titik SPPG diperoleh dari praktik jual beli, maka titik itu akan langsung diturunkan dari sistem,” ujarnya.
Sony juga meminta masyarakat yang mendapat tawaran serupa segera melapor kepada BGN agar dapat ditindaklanjuti. Setiap titik yang dibatalkan tidak akan diverifikasi dan otomatis dikeluarkan dari sistem kemitraan.
Selain itu, calon mitra yang terlibat dalam praktik tersebut juga akan diblokir dari sistem resmi BGN.
BGN juga mengingatkan adanya modus lain yang digunakan oknum tertentu, yakni berpura-pura menjadi korban penipuan setelah membangun dapur untuk melayani program MBG. Dalam beberapa kasus, calon mitra mengaku ditipu tetapi tidak dapat menyebutkan pelaku secara jelas.
“Kalau benar-benar ditipu, biasanya sudah ada laporan ke polisi dan identitas penipunya jelas,” kata Sony.
Saat ini, BGN menyatakan kuota SPPG untuk mendukung program MBG telah terpenuhi. Hingga kini, lebih dari 24 ribu titik SPPG telah berdiri di berbagai wilayah Indonesia untuk mendukung pelaksanaan program tersebut. ***













