Catatan perjalanan: Dr Andi Abbas
Menara Eiffel berdiri megah di jantung Paris, menjadi simbol cinta sekaligus penanda peradaban yang telah melintasi zaman. Kota ini, dengan segala romantisme dan jejak sejarahnya, kerap menjadi tujuan wisata yang meninggalkan kesan mendalam bagi siapa pun yang berkunjung.
Saya bersama keluarga baru saja kembali dari perjalanan pertama ke Eropa, sebuah pengalaman yang begitu berkesan dan masih membekas hingga kini. Perjalanan tersebut membawa kami menyusuri sejumlah kota yang sarat sejarah, budaya, dan keindahan arsitektur, mulai dari Paris yang romantis hingga Amsterdam yang eksotis. Setiap destinasi menawarkan cerita unik yang sulit dilupakan.
Bersama putri sulung, kami memulai perjalanan di Paris. Menara Eiffel yang ikonik menjadi salah satu tujuan utama, sekaligus simbol awal petualangan kami di Benua Biru. Menyusuri jalan-jalan kota yang penuh bangunan bersejarah membuat saya seakan diajak menelusuri kembali perjalanan panjang peradaban manusia. Arsitektur klasik yang masih terawat menghadirkan nuansa masa lalu yang terasa begitu hidup.
Perjalanan berlanjut ke Amsterdam, kota dengan kanal-kanal yang indah dan sejarah panjang yang memikat. Suasana kota yang tenang dan romantis memberikan pengalaman berbeda, memperlihatkan wajah Eropa yang sarat nilai budaya. Dari sana, perjalanan kami juga membawa kami ke sejumlah negara lain seperti Belgia, Jerman, dan Italia. Masing-masing negara memiliki karakter dan daya tarik tersendiri, baik dari sisi sejarah, seni, maupun arsitektur.
Di Belgia, kami menikmati pesona arsitektur klasik di Brussels yang menampilkan detail bangunan bergaya Gotik. Sementara di Jerman, bayangan kastil-kastil tua yang berdiri kokoh seakan mengajak pengunjung kembali ke masa lampau. Italia pun tak kalah memikat dengan jejak peradaban yang begitu kuat, mulai dari kawasan Vatikan hingga bangunan bersejarah seperti Colosseum yang menjadi simbol kejayaan Romawi kuno.

Perjalanan yang dimulai pada 28 Januari 2026 itu benar-benar membuka wawasan kami tentang keindahan Eropa. Setiap kota yang kami kunjungi menghadirkan pengalaman berbeda, memperkaya perspektif sekaligus menyisakan kenangan yang akan terus dikenang. Perjalanan ini menjadi pengalaman pertama kami ke kawasan Eropa, setelah sebelumnya hanya berkesempatan mengunjungi Tanah Suci. Nuansa dan pengalaman yang dirasakan tentu berbeda, namun sama-sama memberi makna mendalam.
Malam keberangkatan menjadi momen yang tak terlupakan. Tepat pukul 18.00, pesawat yang kami tumpangi lepas landas dengan rute transit di Dubai sebelum melanjutkan perjalanan ke Eropa. Sejak saat itu, petualangan dimulai, membawa kami menapaki sejumlah kota legendaris yang selama ini hanya dikenal melalui buku dan cerita.
Perjalanan ini bukan sekadar wisata, melainkan pengalaman yang memperkaya sudut pandang tentang sejarah, budaya, dan peradaban dunia. Kenangan tersebut akan selalu menjadi bagian penting dalam perjalanan hidup kami. (bersambung)











