Internasional

Trump: Iran Akan ‘Dipukul Keras’ dalam Perang Timur Tengah

×

Trump: Iran Akan ‘Dipukul Keras’ dalam Perang Timur Tengah

Sebarkan artikel ini
Trump2
Presiden AS Donald Trump berbicara kepada wartawan sementara Menteri Pertahanan Pete Hegseth mendengarkan saat berada di dalam pesawat Air Force One pada 7 Maret 2026. (AP)

, porostimur.co – Konflik antara dan sekutunya Israel melawan memasuki hari kedelapan tanpa tanda-tanda mereda. Presiden AS Donald Trump bahkan menegaskan bahwa serangan terhadap Iran akan terus berlanjut dan bisa berakhir dengan militer serta kepemimpinan negara tersebut.

Melalui pernyataan di media sosial Truth Social pada 7 Maret, Trump menegaskan bahwa Iran akan menghadapi serangan yang lebih keras. “Iran akan dipukul sangat keras,” tulisnya.

Trump juga mengklaim bahwa Iran telah meminta maaf kepada negara-negara tetangganya di Timur Tengah dan berjanji tidak lagi melancarkan serangan terhadap mereka. Menurutnya, langkah itu terjadi akibat tekanan dari serangan militer Amerika Serikat dan Israel.

“Iran telah meminta maaf dan menyerah kepada negara-negara tetangganya di Timur Tengah serta berjanji tidak akan menembaki mereka lagi. Janji ini muncul karena serangan tanpa henti dari AS dan Israel,” ujar Trump.

Dalam pernyataan lain kepada wartawan di atas pesawat kepresidenan Air Force One, Trump mengatakan konflik ini mungkin hanya akan berakhir ketika kekuatan militer dan para penguasa Iran tidak lagi mampu bertahan.

Ia juga menyebut Iran bukan lagi “pengganggu Timur Tengah” seperti yang sering dituduhkan sebelumnya. “Iran bukan lagi ‘Bully of the Middle East’, tetapi justru ‘pecundang di Timur Tengah’,” tulis Trump.

Sementara itu, situasi di Iran semakin tidak stabil setelah laporan media setempat menyebut pemimpin tertinggi Iran Ali Khamenei tewas pada awal konflik. Dewan ulama Assembly of Experts disebut tengah mempersiapkan proses pemilihan pemimpin baru.

Presiden Iran Masoud Pezeshkian sebelumnya menyatakan Iran akan menghentikan serangan terhadap negara-negara tetangga kecuali jika negaranya diserang lebih dulu.

Konflik ini telah menelan banyak korban jiwa serta mengguncang ekonomi global. Ketegangan di jalur energi strategis Selat Hormuz juga mendorong harga minyak dunia melonjak tajam dan mengganggu perdagangan internasional. (Sumber:Instagram, usatoday). ***

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *