Daerah

Tanpa Biaya Sepeser Pun, MTs Al-Faaizun Bone Cetak Segudang Prestasi

×

Tanpa Biaya Sepeser Pun, MTs Al-Faaizun Bone Cetak Segudang Prestasi

Sebarkan artikel ini
IMG-20260822-WA0012~2
Kepala Sekolah Hj. Nur Aisyah Ramly, S.Pd., M.Pd
IMG-20260822-WA0012~2
Hj. Nur Aisyah Ramly, S.Pd., M.Pd

BONE, NSRNEWS– Di tengah maraknya pungutan sekolah, sebuah sekolah swasta di Kabupaten Bone, Sulawesi Selatan justru membuka pintu lebar-lebar tanpa memungut biaya sepeser pun. Semua biaya operasional sekolah murni ditanggung pemilik yayasan.

Sekolah tersebut adalah MTs Al-Faaizun di bawah naungan Yayasan Islam Al-Faaizun yang berlokasi di Palakka, Kecamatan Tanete Riattang Barat, Kabupaten Bone, Sulawesi Selatan.

Sekolah Hj. Nur Aisyah Ramly, S.Pd., M.Pd mengatakan, sekolah yang dibangun pada 2006 silam itu kini memiliki 330 siswa yang tersebar di 9 ruang kelas. Rinciannya: Kelas VII 133 siswa, Kelas VIII 112 siswa, dan Kelas IX 85 siswa.

Setiap tahun jumlah siswa terus bertambah, namun tidak berbanding lurus dengan jumlah ruang kelas. Karena kapasitas sudah tidak memadai, pemilik yayasan memutuskan menambah 3 ruang kelas baru. Dengan begitu total ruang kelas menjadi 12 ruangan untuk menampung seluruh peserta didik.

Hj. Nur Aisyah menjelaskan, proses pembangunan ruang kelas baru saat ini sudah berjalan dan hampir rampung.

“Secara fisik pelaksanaan pekerjaan sudah mencapai 70 persen,” jelasnya saat dihubungi via telepon, Sabtu (22/8/2026).

Menurutnya, sekolah yang ia pimpin saat ini memiliki 34 orang guru, terdiri dari 28 guru perempuan dan 6 guru laki-laki.

Fasilitas sekolah juga dilengkapi sarana seperti lapangan basket, futsal, dan voli untuk kegiatan siswa termasuk kegiatan ekstrakurikuler. Fasilitas penunjang lainnya adalah perpustakaan.

Raih Prestasi Bergengsi

Hj. Nur Aisyah membanggakan sejumlah prestasi yang telah mengharumkan nama sekolah. Di bidang Kepramukaan, MTs Al-Faaizun tampil sebagai juara umum lomba perkemahan tingkat kecamatan dan prestasi ini dipertahankan selama 5 tahun berturut-turut.

“Baru-baru ini kami meraih juara 1 lomba baca puisi tingkat kabupaten dan juara 5 gerak jalan indah tingkat kabupaten kategori putra. Tahun lalu kami juga mewakili Kabupaten Bone mengikuti Olimpiade Madrasah tingkat provinsi bidang studi matematika,” ujarnya.

IMG-20260822-WA0004
Deretan piala penghargaan yang berhasil diraih

Salah satu siswi, Bilqis kelas VII, mengaku meraih juara 1 lomba puisi tingkat kabupaten. Selain di bidang literasi, Bilqis juga aktif di bidang olahraga khususnya volly.

Harapan untuk Keluarga Tidak Mampu

Para orang tua siswa menyambut baik kebijakan sekolah gratis ini. Dengan tidak adanya pungutan, mereka bisa lebih fokus memenuhi kebutuhan pokok anak tanpa khawatir biaya sekolah.

MTs Al-Faaizun kini telah memasuki tahun ke-20. Kehadiran sekolah ini menjadi obor dan harapan baru bagi keluarga tidak mampu.

Seorang wali murid, Basri mengungkapkan kebahagiaannya menyekolahkan anaknya, Saskia Ramadhani di sekolah tersebut.

“Alhamdulillah, rasa syukur karena anak saya bisa menyelesaikan pendidikan di MTs Al-Faaizun sampai tamat tanpa pernah bayar uang sekolah,” ungkap Basri. Ia menambahkan, anaknya kini melanjutkan pendidikan di SMA Negeri 13 Watampone.

Buka Peluang UMKM di Sekolah

Kehadiran sekolah gratis juga membawa dampak positif bagi pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). Sejak berdiri hingga kini terdapat *4 kantin* yang membuka usaha di sekitar sekolah. Produk yang dijual berupa makanan ringan dan minuman, sekaligus menjadi ladang untuk menyambung hidup.

Jhusmiati, S.Pd, salah satu pemilik kantin, menuturkan ia merupakan generasi kedua setelah ibunya, Ratna alias Cemma, yang sudah berjualan sejak sekolah berdiri.

“Saya hanya membantu saja. Ibu saya yang pertama jualan sejak sekolah berdiri,” ujar Jhusmiati.

Ia menambahkan, hari paling ramai adalah Sabtu karena tidak ada pembagian () untuk siswa.

“Hari Jumat kami libur. Senin sampai Kamis jualan tapi kurang laku karena anak-anak dapat MBG. Yang laku cuma minuman. Kalau Sabtu baru ramai karena Sabtu MBG tidak ada,” tutup Jhusmiati.

Setiap pagi pukul 07.00 pada hari kerja Senin-Kamis dan Sabtu, ia sudah standby menjual gorengan, minuman ringan, dan mie siram.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *